download mp3

MOU KERJASAMA PENGENALAN DAN PENCEGAHAN KANKER SERVIKS SEJAK DINI

 Pada tanggal 21 desember 2010 lalu, bertempat di Gedung Kuçala Medical Center Jln. Suroto 18 Yogyakarta, telah ditandatangani Nota kesepakatan (MoU) antara PT. Tribuana Manunggal Sejahtera dengan Yayasan KUCALA.  

Kesepakatan ini bertujuan untuk bekerjasama dalam memberikan penyuluhan kesehatan kepada remaja putri khususnya pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas, mengenai Pengenalan dan Pencegahan  Kanker Serviks sejak dini. Tujuan dari Penyuluhan ini dimaksudkan agar remaja putri mendapat pengetahuan sejak dini mengenai apa itu kanker serviks dan bagaimana pencegahan penyakit yang sangat mejadi momok kaum Hawa tersebut. Sehingga sejak dini para remaja putri tersebut memahami pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi mereka. Hal ini berkaitan dengan warning dari WHO (badan kesehatan dunia) yang menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara dengan penderita kanker serviks nomor satu di dunia. Diharapkan dengan penyuluhan dan pembentukan kader Peduli Servik sejak dini, akan dapat menekan pertumbuhan angka penderita kanker servik di Indonesia.

Yayasan KUCALA merupakan yayasan yang telah berusia 4 windu, Yayasan ini merupakan bagian program Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI) cabang Yogyakarta sebagai bentuk pengabdian ilmu pengetahuan bagi kepentingan rakyat, khususnya ilmu kedokteran.  Yayasan Kuçala bergerak dan peduli pada masalah-masalah yang berhubungan dengan penyakit kanker yang banyak menyerang kaum wanita.

Sedangkan PT. Tribuana Manunggal Sejahtera lebih dikenal dengan TMS adalah Agen Tunggal pemegang merk dagang Hibis di Indonesia dari Han Tide Biomedical Corp. Taiwan, yang fokus pada pengembangan produk-produk berbahan herbal. Saat ini PT. Tribuana Manunggal Sejahtera telah memasarkan 3 jenis produk pembalut wanita yang mengandung Bioherbal alami, yaitu Pantyliner, Day use dan Night use. Pembalut wanita tersebut dapat membantu sebagai tindakan preventif sekunder bagi kaum wanita untuk mencegah kanker serviks. Pencegahan primer dapat dilakukan dengan vaksinasi, yang mampu mencegah virus HPV jenis 16 dan 18 yang beresiko menyebabkan kanker serviks. Namun vaksinasi tidak dapat membunuh 30-40 jenis HPV yang menyerang organ reproduksi dari 120 jenis yang telah diketahui. Untuk itulah diperlukan penyuluhan dan pemahaman pentingnya menjaga kebersihan dan perawatan organ reproduksi wanita sejak usia dini.

 

  • Kanker serviks merupakan pertumbuhan dari suatu kelompok sel yang tidak normal pada serviks (leher rahim).
  • Perubahan ini biasanya memakan waktu beberapa tahun sebelum berkembang menjadi kanker. Oleh sebab itu sebenarnya terdapat kesempatan yang cukup lama untuk mendeteksi apabila terjadi perubahan pada sel serviks melalui skrining (papsmear atau IVA) dan menanganinya sebelum menjadi kanker serviks.
  • Kebanyakan infeksi HPV dan kanker serviks stadium dini berlangsung tanpa menimbulkan gejala sedikitpun sehingga penderita masih dapat menjalani kegiatan sehari-hari.
  • Namun, jika dilakukan pemeriksaan deteksi dini dapat ditemukan adanya sel-sel serviks yang tidak normal yang disebut juga sebagai lesi prakanker. 
  • Bila kanker sudah mengalami progresifitas atau stadium lanjut maka gejala-gejala yang dapat timbul antara lain:
  1. Pendarahan setelah senggama.
  2. Pendarahan spontan yang terjadi antara periode menstruasi rutin.
  3. Timbulnya keputihan yang bercampur dengan darah dan berbau.
  4. Nyeri panggul dan gangguan atau bahkan tidak bisa buang air kecil.
  5. Nyeri ketika berhubungan seksual.
  • Jangan tunda untuk menghubungi dokter jika Anda menemui gejala tersebut.
  • Penyebab utamanya adalah virus yang disebut Human Papilloma (HPV) yang dapat menyebabkan kanker. 
  • HPV 16 dan 18 secara bersama mewakili 70% penyebab kanker serviks. 
  • Biasanya sebagian besar infeksi akan sembuh dengan sendirinya namun kadang bisa menjadi infeksi persisten yang dapat berkembang menjadi kanker serviks. 
  • Yang perlu diketahui mengenai virus HPV:
  1. HPV dapat ditularkan melalui hubungan seksual
  2. Penularan dapat juga terjadi meski tidak melalui hubungan seksual.
  3. HPV dapat bertahan dalam suhu panas.

Waspadai bahaya DIOXIN
Pembalut wanita merupakan benda yang sangat vital bagi wanita bahkan sudah menjadi kebutuhan pokok ketika seorang wanita sedang menstruasi. Tanpa disadari, ternyata justru menjadi salah satu penyebab penyakit kewanitaan dengan ditemukannya zat DIOXIN pada benda sahabat wanita itu. Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO bahwa zat DIOXIN dapat menyebabkan kanker.

Apa itu DIOXIN?
DIOXIN adalah sebuah hasil sampingan dari proses bleaching (pemutihan) yang digunakan pada pabrik kertas, termasuk pabrik pembalut wanita, tissue, sanitary pad dan diaper.

Tindakan pengobatan atau terapi sangat bergantung pada stadium kanker serviks saat didiagnosis. Dikenal beberapa tindakan (modalitas) dalam tata laksana kanker serviks antara lain:

  1. Tindakan bedah (surgical treatment).
  2. Radioterapi
  3. Kemoterapi
  4. Terapi paliatif (supportive care) yang lebih difokuskan pada peningkatan kualitas hidup pasien. Contohnya: Makan makanan yang mengandung nutrisi, pengontrol sakit (pain control).
  • Setiap perempuan berisiko terkena HPV penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya tanpa memandang usia, latar belakang dan gaya hidup.
  • Setiap perempuan berisiko karena :
  1. Biasanya sebagian besar infeksi akan sembuh dengan sendirinya. Mereka yang mengalami infeksi persisten jarang menunjukan gejala pada stadium awal, dan biasanya berkembang menjadi kanker serviks beberapa tahun kemudian.
  2. Setelah infeksi HPV, tubuh kita tidak dapat selalu membentuk kekebalan, maka kita tidak terlindungi dari infeksi berikutnya.
  • Menikah / hubungan seksual pada usia muda.
  • Sering melahirkan.
  • Merokok.
  • Berganti-ganti pasangan seksual.
  • Infeksi menular seksual.
(Sumber : www.kankerserviks.com)
 
(Yayasan KUCALA berdiri pada tanggal 22 Desember 1964, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, ISWI Cabang Yogyakarta meresmikan Yayasan Kucala. Peresmian dilaksanakan oleh almarhumah Prof. DR. Sri Dewi Maschun Sofyan,S.H. dengan dihadiri sekitar 30 orang anggota. Yayasan ini merupakan organisasi swasta yang bersendikan perikemanusiaan dengan dijiwai semangat gotong royong.)


 


 
Share
 
Copyright HIBIS 2010